Afi Nihayah Faradisa Tumbal Kaum Liberal
Afi Nihayah Faradisa Tumbal Kaum Liberal. Media sekuler-liberal menggadang-gadangnya sebagai sosok muda yang mengisnpirasi. Bahkan Menteri Agama dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan gembira berfoto bersama anak yang menjadi tumbal kaum liberal ini.
Afi ialah tumbal kaum liberal sebab memang tulisannya disupply oleh penyebar paham liberal, bukan dari buah pikiran Afi sendiri.
Afi ialah tumbal kaum liberal sebab memang tulisannya disupply oleh penyebar paham liberal, bukan dari buah pikiran Afi sendiri.
Indikasi Afi menjadi tumbal sekaligus "pion" kaum Liberal-Sekuler sangat jelas. Ia di-blowup oleh media-media yang selama ini dikenal anti-Islam: Kompas TV dan Metro TV serta... didukung Banser dan Anshor NU --organisasi yang memang biasa menjadi pendukung kalum liberal-sekuler.
Simak postingannya, khas liberalis anti-Islam banget!
Simak postingannya, khas liberalis anti-Islam banget!
Kasihan anak ini...!
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
TANGAN-TANGAN DIBELAKANG AFI NIHAYA FARADISA
Oleh: Irfan Noviandana*
Pertama-tama saya memohon maaf kepada dik Afi kalau alhasil kami saudara-saudara dalam iman dan islam ini mengkritik dan membuka kekuranganmu via media umum ini. Sebenarnya diantara kami ini sudah banyak yang berusaha mengingatkanmu melalui komentar dalam tulisan-tulisan yang viral atas nama kamu.
Pertama-tama saya memohon maaf kepada dik Afi kalau alhasil kami saudara-saudara dalam iman dan islam ini mengkritik dan membuka kekuranganmu via media umum ini. Sebenarnya diantara kami ini sudah banyak yang berusaha mengingatkanmu melalui komentar dalam tulisan-tulisan yang viral atas nama kamu.
Namun dengan berat hati kami harus membuka kekuranganmu supaya masyarakat pada umumnya dan umat islam pada khususnya tidak tersesat membaca goresan pena yang kau bagikan via media sosial.
Landasan tahdzir atau peringatan umat dikhalayak umum dengan membuka kekurangannya sebagai berikut:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Agama ini diemban di setiap zaman oleh para ulama; yang menyisihkan penyimpangan golongan yang ekstrim, jalan orang-orang batil dan ta’wilnya orang-orang yang jahil.” (HR. Al-Khathib al-Baghdady rahimahullah dalam Syaraf Ashab al-Hadits (hal. 65 no. 51)
Imam al-Qarafi rahimahullah berkata, “Hendaknya kerusakan dan malu ahlul bid’ah serta pengarang buku-buku yang menyesatkan dibeberkan kepada umat, dan dijelaskan bahwa mereka tidak berada di atas kebenaran; supaya orang-orang yang lemah berhati-hati darinya sehingga tidak terjerumus ke dalamnya. Dan semampu mungkin umat dijauhkan dari kerusakan-kerusakan tersebut.” (Al-Furuq, IV/207)
Dalam goresan pena ini saya mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa ada tangan-tangan kaum sekuler dan orang-orang liberal yang sengaja dan terorganisir mempromosikan pemikiran-pemikiran pluralisme ini dengan mengorbankan Afi Nihaya.
Walapun dua goresan pena yang viral tersebut ialah sebuah anutan orang lain yang diplagiat menjadi karya tulis dan dianggap sebagai buah pikirannya dik Afi.\
(Baca: GEGER! Jejak "Plagiarisme" AFI NIHAYA FARADISA Terbongkar, Akun FB Afi Pun Menghilang)
Padahal kalau penulis aslinya (Mita Handayani) yang dipromosikan, saya
yakin akan ditolak oleh kaum Muslimin berhubung yang bersangkutan saya mengidentifikasi seorang agnostic
sila baca pikirannya Mita Handayani disini https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1670948279879480&set=a.1388001711507473.1073741828.100008929718959&type=3&theater
Coba bayangkan hari ini, yang diundang oleh Jokowi ialah penulis aslinya Mita Handayani, sebab tulisan-tulisan Afi ialah buah karya pikirannya, coba bayangkan kalau yang diundang Rossi di KompasTV ialah Mita Handayani (penulis asli) seorang yang mengkampanyekan LGBT, niscaya tidak akan laris didagangkan oleh media dan akademisi.
Namun media telah menggadang-gadang sebagai sosok muda yang mengisnpirasi, bahkan Menteri Agama, walikota Bandung Ridwan Kamil dengan gembira berfoto bersama anak yang menjadi tumbal kaum liberal ini.
Saya menyebutnya ia menjadi tumbal kaum liberal sebab memang tulisannya disupply oleh penyebar paham liberal, bukan dari buah pikiran Afi sendiri.
Selain dipromosikan oleh media, akademisi, dan pemerintah, ada tangan lain dibelakang Afi yang mempromosikannya ini.
Landasan tahdzir atau peringatan umat dikhalayak umum dengan membuka kekurangannya sebagai berikut:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله؛ ينفون عنه تحريف الغالين, وانتحال المبطلين, وتأويل الجاهلين »
Imam al-Qarafi rahimahullah berkata, “Hendaknya kerusakan dan malu ahlul bid’ah serta pengarang buku-buku yang menyesatkan dibeberkan kepada umat, dan dijelaskan bahwa mereka tidak berada di atas kebenaran; supaya orang-orang yang lemah berhati-hati darinya sehingga tidak terjerumus ke dalamnya. Dan semampu mungkin umat dijauhkan dari kerusakan-kerusakan tersebut.” (Al-Furuq, IV/207)
Dalam goresan pena ini saya mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa ada tangan-tangan kaum sekuler dan orang-orang liberal yang sengaja dan terorganisir mempromosikan pemikiran-pemikiran pluralisme ini dengan mengorbankan Afi Nihaya.
Walapun dua goresan pena yang viral tersebut ialah sebuah anutan orang lain yang diplagiat menjadi karya tulis dan dianggap sebagai buah pikirannya dik Afi.\
(Baca: GEGER! Jejak "Plagiarisme" AFI NIHAYA FARADISA Terbongkar, Akun FB Afi Pun Menghilang)
Padahal kalau penulis aslinya (Mita Handayani) yang dipromosikan, saya
yakin akan ditolak oleh kaum Muslimin berhubung yang bersangkutan saya mengidentifikasi seorang agnostic
sila baca pikirannya Mita Handayani disini https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1670948279879480&set=a.1388001711507473.1073741828.100008929718959&type=3&theater
Coba bayangkan hari ini, yang diundang oleh Jokowi ialah penulis aslinya Mita Handayani, sebab tulisan-tulisan Afi ialah buah karya pikirannya, coba bayangkan kalau yang diundang Rossi di KompasTV ialah Mita Handayani (penulis asli) seorang yang mengkampanyekan LGBT, niscaya tidak akan laris didagangkan oleh media dan akademisi.
Namun media telah menggadang-gadang sebagai sosok muda yang mengisnpirasi, bahkan Menteri Agama, walikota Bandung Ridwan Kamil dengan gembira berfoto bersama anak yang menjadi tumbal kaum liberal ini.
Saya menyebutnya ia menjadi tumbal kaum liberal sebab memang tulisannya disupply oleh penyebar paham liberal, bukan dari buah pikiran Afi sendiri.
Selain dipromosikan oleh media, akademisi, dan pemerintah, ada tangan lain dibelakang Afi yang mempromosikannya ini.
Salah satunya ialah sebuah komunitas Turn Back Hoax ibarat Muhammad Jawy, dan Harry Sufehmi yang telah mendukung anak ini, padahal mereka ini biasa mengkampanyekan supaya masyarakat meningkatkan literasi. Eh malah sosok yang didukung ini sangat rendah dalam literasi.
Menyalin goresan pena seseorang tanpa disertai sumbernya, fatalnya lagi dalam goresan pena tersebut menyalin satu paragraf ihwal Wahabi yang tidak sanggup dipertanggungjawabkan sebab terdapat kebohongan alias hoax.
Seperti dongeng lalat yang katanya diambil dari Kitab Tsalasatul Usuhul. Sudah banyak yang mengingatkan bahwa goresan pena Afi (yang disalin dari Mita) tidak terdapat dari kitab yang disebutkan, ini menunjukan rendahnya literasi mereka.
Pihak-pihak yang ada dibelakang Afi Nihayah harus bertanggungjawab, sebab Afi dimunculkan oleh mereka, dan kita terpaksa mengungkapkan siapa sosok Afi supaya masyarakat Indonesia, kalangan akademisi, Pemerintah, dan umat Islam pada khususnya tidak lagi terjerumus kedalam anutan yang disebarkan oleh Afi yang bersumber dari para liberalis.
Terkahir saya mengutip ayat Al Qur'an.
Pihak-pihak yang ada dibelakang Afi Nihayah harus bertanggungjawab, sebab Afi dimunculkan oleh mereka, dan kita terpaksa mengungkapkan siapa sosok Afi supaya masyarakat Indonesia, kalangan akademisi, Pemerintah, dan umat Islam pada khususnya tidak lagi terjerumus kedalam anutan yang disebarkan oleh Afi yang bersumber dari para liberalis.
Terkahir saya mengutip ayat Al Qur'an.

Posting Komentar untuk "Afi Nihayah Faradisa Tumbal Kaum Liberal"