Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alasan Joko Widodo Disebut Anti Islam

Jokowi seorang Muslim, penganut Islam. Lalu kenapa dicap anti-Islam?

 yang sudah dilaporkan oleh empat fraksi di dewan perwakilan rakyat menguap Alasan Jokowi Disebut Anti Islam
Jokowi orang baik, orang Islam, tapi kekuatan yang ada di belakangnya, orang-orang di sekitarnya, para pembisik sekaligus "pembusuknya", anti-Islam.

Kasus Victor Laiskodat yang sudah dilaporkan oleh empat fraksi di dewan perwakilan rakyat menguap. Kasus Ade Armando tak ada kabar beritanya.

Para penghina ulama bergentayangan dengan bebas. Bukankah seharusnya aturan tidak pandang bulu? Tak salah bila kemudian masyarakat Muslim menganggap rezim ini anti Islam.

Sikap Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dinilai semakin memusuhi umat Islam. Banyak indikasi yang mengarah evaluasi tersebut.

 yang sudah dilaporkan oleh empat fraksi di dewan perwakilan rakyat menguap Alasan Jokowi Disebut Anti Islam


Ustaz Felix Siauw menyebutkan beberapa di antaranya dikala umat Islam menuntut keadilan melalui Aksi Bela Islam alasannya yaitu Quran didinista, kepolisian dan pegawapemerintah berwenang lainnya malah menuding upaya makar. Sebaliknya, dikala masjid dibakar, Jokowi malah mengundang pelakunya ke Istana.

"Nah jangan-janagn masuk akal dikala orang merasa bahwa ini yaitu penguasa yang anti-Islam," ujar Felix dalam video yang diunggah di akun Facebook, Senin, 9 Mei 2017.

Dia menyebutkan indikasi lainnya yaitu dikala munculnya problem penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal Ahok. Pemerintah bersama jajarannya malah memperlihatkan cap dan gelar negatif kepada Aksi Bela Islam.

Bahkan, kata ia pemerintah melalui aparatnya malah mengkriminalisasi para ulama. Pemerintah melalui jajarannya juga dituding ikut membubarkan pengajian tanpa melalui cara yang dianggap pantas.

"Lah ternyata memang sulit untuk menafikan bahwa dikala orang melihat banyak sekali keberpihakan, contohnya dalam masalah penistaan agama tadi," ucapnya.

Menurut Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat RI Fahri Hamzah, penguasa kini mempunyai bulat anti-Islam dan Islamophobia di sekitarnya.

"Dari verbal mereka keluar kebencian, tapi dalam hati mereka kebencian itu lebih dalam. Waktu akan menceritakan,” kata Fahri dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Senin (23/7/2018).

Bahkan, Fahri menyebutkan, di antara dosa-dosa Jokowi yang besar yaitu alasannya yaitu membiarkan berkembangbiaknya elemen anti Islam dan Islamophobia melalui medium konflik ideologi.

"Beda dengan presiden sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono. 10 tahun presiden SBY tidak pernah kita terseret dalam narasi ibarat ini. Ingat, radikalisasi ini berbahaya bagi NKRI," ucapnya.

Fahri membeberkan kebenaran ucapannya, soal elemen anti Islam dan Islamophobia tersebut. Dia mempersilahkan didebat kalau apa yang disampaikan bukan kebenaran.

"Silahkan bantah. Tapi kalau ada 7 juta orang tiba dari seluruh wilayah republik, melaksanakan protes atas ketidakadilan yang dirasakan oleh umat Islam tanggapan nuansa anti Islam dan Islamophobia dalam kebijakan negara, maka itu bukan isapan jempol. Itu fakta," cetusnya lagi.

Pilkada kemarin, berdasarkan Fahri menerangkan bahwa tanggapan anti Islam dan Islamophobia, masih nampak nuansa ideologis. Tapi, ada upaya membuatnya landai atau dilupakan.

"Kini, menjelang Pemilu 2019 ada manuver ProIslam dari rezim ini tetapi akan gagal. Kosmetika luntur oleh dosa-dosa Jokowi," sindirnya lagi.

Meski banyak tokoh Islam yang berubah pikiran wacana presiden Jokowi, tetapi kalau lingkar dalamnya terlalu militan dengan nuansa anti Islam dan Islamophobia, maka semua upaya ini akan sia-sia.

Menurut anggota dewan perwakilan rakyat dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, pencitraan dengan merekrut tokoh Islam dan ulama, tidak mengobati luka yang sudah terlalu dalam. Habib Rizieq Shihab (HRS) masih di luar, ulama masih tersangka, dan lain-lain.

"Adilkah kita kalau menuduh pemerintah berkuasa sebagai pemicu konflik ideologi dan tumbuhnya paham anti Islam dan Islamophobia? Tentu adil alasannya yaitu kiprah kekuasaan yaitu bertanggungjawab atas perkembangan masyarakat. 10 tahun masa SBY tidak pernah begini," tambah Fahri.

"Mari kita waspada dengan upaya pemecahbelahan bangsa. Mari lawan semangat Anti Islam dan Islamophobia yang pernah tumbuh dan belum sirna. Semoga bangsa kita bersatu melawan upaya pecah-belah. Wallahu a'lam," tutupnya.

Alasan Jokowi Disebut Anti Islam juga alasannya yaitu penutupan sepihak situs-situs Islam, pemblokiran terhadap 19 media di awal tahun 2015 yang dituduh mengkampanyekan gagasan radikalisme dan terorisme.

Alasan lannya, penangkapan Ustadz dan Penceramah di daerah, Ustadz Alfian Tanjung, Al Khatatath, Haryono,Novel Bamukmin, dengan tuduhan makar dan ujaran kebencian mewarnai laman informasi di banyak sekali media online.

Dengan kasus-kasus di atas, masuk akal kalau dominan ormas Islam, dominan ulama, mendukung Prabowo-Sandi, supaya tidak ada lagi kriminalisasi ulama, tidak ada lagi "orang gila" menyiksa ulama, tidak ada lagi kegaduhan, dan tidak ada lagi adu-domba umat Islam.

Digandengnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres, yaitu upaya pencitraan kubu Jokowi supaya tidak disebut anti-Islam.

Sumber:
https://nasional.sindonews.com/read/1203662/12/ustaz-felix-siauw-ungkap-indikasi-pemerintahan-jokowi-anti-islam-1494296485
https://politik.rmol.co/read/2018/07/23/348977/Percuma-Rekrut-Ulama,-Lingkaran-Jokowi-Anti-Islam-


Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Alasan Joko Widodo Disebut Anti Islam"