Hacker China Serang Server Kpu Untuk Manipulasi Data Ahok
Hacker China Serang Server KPU untuk Manipulasi Data Ahok. Raihan bunyi Ahok dinaikkan, bunyi Anies diturunkan, sehingga bedanya 1-2 persen.
Padahal, bunyi Anies sempat di atas 50% yang membuka peluang menang Pilkada DKI 2017.
Padahal, bunyi Anies sempat di atas 50% yang membuka peluang menang Pilkada DKI 2017.
Hacker China Serang Server KPU untuk Manipulasi Data Ahok! Lawan!
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Dilansir sketsanews.com – ” Server KPU DOWN MENJELANG TENGAH MALAM 15 PEBRUARI 2017. Lalu tiba-tiba PEROLEHAN SUARA A HOK-DJAROT NAIK! MENGUNGGULI ANIES-SANDI!
Kejadian serupa terjadi ketika Pemilu Pres 2014! Tiba-tiba bunyi Jokowi naik misterius!
Inilah skandal yang terkenal disebut sebagai ‘sedot data’! ,” demikian telusur Sketsanews.com di media umum Facebook.
Hacker China Serang Server KPU untuk Manipulasi Data Ahok





” IP hacker di deteksi dari Singapura, Vietnam dan China…mereka memakai 6 lapis Proxy, dan menyerang dengan mengirimkan jutaan traffic dalam hitungan menit, sehingga menimbulkan server KPU down mohon doanya…. muslim cyber army sedang fight… ”

Laman web http://kpu.go.id/ tampak sudah pulih kembali dan bisa diakses Kamis (16/2/2017).
Kejadian serupa terjadi ketika Pemilu Pres 2014! Tiba-tiba bunyi Jokowi naik misterius!
Inilah skandal yang terkenal disebut sebagai ‘sedot data’! ,” demikian telusur Sketsanews.com di media umum Facebook.
Hacker China Serang Server KPU untuk Manipulasi Data Ahok





” IP hacker di deteksi dari Singapura, Vietnam dan China…mereka memakai 6 lapis Proxy, dan menyerang dengan mengirimkan jutaan traffic dalam hitungan menit, sehingga menimbulkan server KPU down mohon doanya…. muslim cyber army sedang fight… ”

Laman web http://kpu.go.id/ tampak sudah pulih kembali dan bisa diakses Kamis (16/2/2017).
Semoga Muslim Cyber Army yang andal IT bisa mengamankan server KPU bahkan menyerang balik para hacker !!! Allahu Akbar !!!

Posting Komentar untuk "Hacker China Serang Server Kpu Untuk Manipulasi Data Ahok"