Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hakim Ma: Etnis China Memang Lecehkan Pribumi Dengan Sebutan Indon Tiko

Steven Hadisurya Sulistyo, dengan sebutan TIKO terhadap Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, membuka fakta perilaku bahu-membahu etnis China di Indonesia terhadap kaum pribumi.

Berikut ini penuturan Zakaria Ansori, salah seorang Hakim di Mahkamah Agung RI, di akun Facebooknya, seperi dimuat Harian Terbit.

Saat pulang dari India menuju Jakarta, saya transit di Singapore. Dari Singapore ke Jakarta saya naik SQ dan sanggup seat di pecahan belakang. Dalam Pesawat SQ Boeng 777 yang berbadan besar ini memang hanya diisi sedikit penumpang.

Di depan dingklik saya, duduk puluhan perjaka dari etnis tertentu (saya sebut saja etnis tionghoa). Dalam penerbangan tersebut boleh dikata hanya diisi oleh saya dan para perjaka tersebut di dingklik pecahan belakang. Selama perjalanan saya mendengar gelak canda dan tertawaan mereka. Awalnya saya tidak terlalu peduli, dikarenakan rasa ngantuk yang mendera lantaran ketika perjalanan dari Mumbay ke Singapore saya tidak sanggup tidur nyenyak.

Tapi ketika akan tidur, indera pendengaran saya terusik lantaran pembicaraan mereka selalu menyebut-nyebut kata "indon tiko" atau "pribumi tiko". Kata-kata yang menciptakan saya berpikir apa artinya 'tiko', yang saya tahu hanyalah kata "Indon" sebuah kata yang berarti orang indonesia namun dalam arti yang merendahkan (penghinaan). Kalimat-kalimat gurauan mereka memang terdengar sangat melecehkan dan merendahkan bangsa Indonesia dengan ungkapan-ungkapan "indon tiko" atau "pribumi tiko" dan bahasa kebun hewan lainnya.

Sekarang saya gres paham bahwa tiko ada dua arti yaitu "tikus kotor" atau "(ti = babi dan ko = anjing) sehabis membaca info pelecehan yang dialami Gubernur NTB yang dilakukan oleh WNI etnis tionghoa. Masya Allah, ternyata benar-benar rasis sekali orang-orang itu ya. 

Mereka hidup dan beranak pinak di Indonesia tapi melecehkan bangsa sendiri. Mereka sebut orang indonesia dengan julukan "indon tiko" "pribumi tiko" tanpa ada rasa bahwa mereka juga yakni orang atau bangsa indonesia.

Saya termasuk orang yg tidak baiklah dengan istilah pribumi dan non pribumi, tapi ternyata memang mereka sendiri pun tidak merasa NKRI sebagai negeri/bangsa mereka sendiri.

Jadi teringat pernyataan seorang konglomerat yang termasuk 10 orang terkaya di Indonesia yang menyampaikan baginya indonesia hanyalah ayah angkat, sedang RRC yakni ayah kandungnya. Pertanyaannya, siapa yang rasis di sini?


Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Hakim Ma: Etnis China Memang Lecehkan Pribumi Dengan Sebutan Indon Tiko"