Judul Umpan Klik - Jurnalisme Sampah!
Seorang jurnalis Amerika, Annalee Newitz, dalam catatannya mengenai “A History of Clickbait: The First 100 Years” menyatakan, umpan klik (clickbait) yakni bentuk terendah dari Jurnalisme Media Sosial (Clickbait is the lowest form of social media journalism)
Fenomena animo judul bombastis yang mewabah di media online ataupun media mainstream ketika ini merupakan bab dari sisi gelap jurnalistik.
Pasalnya, kehadiran judul sensasional yang menghiasi headline portal info online ketika ini kurang diimbangi dengan menu isi info yang proporsional dan substansial.
Clickbait journalism ini berorientasi pada ekonomi, mengejar klik untuk menaikan trafik. Semakin banyak klik yang didapat dari pengunjung website, semakin banyak income untuk perusahaan.
Tidak hanya menonjolkan judul yang berlebihan, kini info yang disajikan pun hanya sepotong-sepotong, mengharuskan pembaca meng-klik sejenis tombol selanjutnya. Informasi yang diberikan memang cepat, namun kurang akurat.
Sulit untuk masyarakat pembaca kini menghindari jebakan klik yang memprihatinkan tersebut, mengingat bahwa notifikasi judul-judul info itu telah tersambung pada aplikasi pencarian pada gawai mereka.
Rasa ingin tau yang besar menciptakan masyarakat mengunjungi website tersebut, kemudian kecewa arena isi info tidak sesuai dengan judul dan keinginan atau dugaannya.
Jurnalisme sampah berupa dengan judul-judul umpan klik ini harus diperangi dengan cara tidak membuka situs-situs info penganut jurnalisme umpan klik terutama Tribunnews sebagai pencetus jurnalisme sampah berjulukan jurnalisme umpan klik ini.
Dewan Pers mestinya bertindak untuk membela kepentingan pembaca. Tapi, mungkin Dewan Pers merestui jurnalisme sampah ini?
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Fenomena animo judul bombastis yang mewabah di media online ataupun media mainstream ketika ini merupakan bab dari sisi gelap jurnalistik.
Pasalnya, kehadiran judul sensasional yang menghiasi headline portal info online ketika ini kurang diimbangi dengan menu isi info yang proporsional dan substansial.
Clickbait journalism ini berorientasi pada ekonomi, mengejar klik untuk menaikan trafik. Semakin banyak klik yang didapat dari pengunjung website, semakin banyak income untuk perusahaan.
Tidak hanya menonjolkan judul yang berlebihan, kini info yang disajikan pun hanya sepotong-sepotong, mengharuskan pembaca meng-klik sejenis tombol selanjutnya. Informasi yang diberikan memang cepat, namun kurang akurat.
Sulit untuk masyarakat pembaca kini menghindari jebakan klik yang memprihatinkan tersebut, mengingat bahwa notifikasi judul-judul info itu telah tersambung pada aplikasi pencarian pada gawai mereka.
Rasa ingin tau yang besar menciptakan masyarakat mengunjungi website tersebut, kemudian kecewa arena isi info tidak sesuai dengan judul dan keinginan atau dugaannya.
Jurnalisme sampah berupa dengan judul-judul umpan klik ini harus diperangi dengan cara tidak membuka situs-situs info penganut jurnalisme umpan klik terutama Tribunnews sebagai pencetus jurnalisme sampah berjulukan jurnalisme umpan klik ini.
Dewan Pers mestinya bertindak untuk membela kepentingan pembaca. Tapi, mungkin Dewan Pers merestui jurnalisme sampah ini?
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Judul Umpan Klik - Jurnalisme Sampah!"