Lafadz Takbir Idul Fitri Plus Video Malam Takbiran
Lafadz Takbir Idul Fitri plus Video Malam Takbiran Mengagungkan Asma Allah SWT.
Takbiran Idul Fitri Zaman Rasulullah Saw.
Takbiran pada ketika idul fitri dimulai semenjak maghrib malam tanggal 1 syawal hingga akibat shalat ‘id.
"Ibn Abi Syaibah meriwayatkan Nabi Saw keluar rumah menuju lapangan, lalu dia bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir hingga sahalat selesai. Setelah menuntaskan shalat, dia menghentikan takbir." (HR. Ibn Abi Syaibah).
Dari Nafi: “Dulu Ibn Umar bertakbir pada hari id (ketika keluar rumah) hingga dia tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi).
Ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir.
Pertama, Takbir Ibn Mas’ud ra. Riwayat dari dia ada 2 lafadz takbir:
Lafadz: “Allahu Akbar” pada takbir Ibn Mas’ud boleh dibaca dua kali atau tiga kali. Semuanya diriwayatkan Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf.
Kedua, Takbir Ibn Abbas ra:
Takbir versi Ibn Abbas diriwayatkan oleh Al Baihaqi.
Ketiga, Takbir Salman Al Farisi ra:
Ibn Hajar mengatakan: Takbir Salman Al Farisi ra diriwayatkan oleh Abdur Razaq dalam Al Mushanaf dengan sanad shahih dari Salman.
Takbir, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Saw, dilakukan sendiri-sendiri, tidak berjamaah atau tolong-menolong di masjid.
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik, para sahabat ketika bersama nabi pada ketika bertakbir, ada yang sedang membaca Allahu Akbar, ada yang sedang membaca laa ilaaha illa Allah, dan satu sama lain tidak saling menyalahkan… (Musnad Imam Syafi’i 909)
Takbir Lafadz Panjang
Takbiran dengan lafadz yang panjang di atas tidak ada dalilnya, namun juga tidak ada larangan untuk diucapkan, sehingga hukumnya mubah (boleh). Wallahu a'lam bish-showabi. (Dari aneka macam sumber).*
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Takbiran Idul Fitri Zaman Rasulullah Saw.
Takbiran pada ketika idul fitri dimulai semenjak maghrib malam tanggal 1 syawal hingga akibat shalat ‘id.
"Ibn Abi Syaibah meriwayatkan Nabi Saw keluar rumah menuju lapangan, lalu dia bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir hingga sahalat selesai. Setelah menuntaskan shalat, dia menghentikan takbir." (HR. Ibn Abi Syaibah).
Dari Nafi: “Dulu Ibn Umar bertakbir pada hari id (ketika keluar rumah) hingga dia tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi).
Lafadz Takbir
Ada beberapa riwayat dari beberapa sahabat yang mencontohkan lafadz takbir.
Pertama, Takbir Ibn Mas’ud ra. Riwayat dari dia ada 2 lafadz takbir:
أ- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
ب- اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ
Kedua, Takbir Ibn Abbas ra:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ
اللَّهُ أَكْبَرُ، عَلَى مَا هَدَانَا
Ketiga, Takbir Salman Al Farisi ra:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا
Takbir, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad Saw, dilakukan sendiri-sendiri, tidak berjamaah atau tolong-menolong di masjid.
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat Anas bin Malik, para sahabat ketika bersama nabi pada ketika bertakbir, ada yang sedang membaca Allahu Akbar, ada yang sedang membaca laa ilaaha illa Allah, dan satu sama lain tidak saling menyalahkan… (Musnad Imam Syafi’i 909)
Takbir Lafadz Panjang
الله أكبر كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إلَّا إيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
VIDEO TAKBIR PALING MERDU - TAKBIRAN IDUL FITRI
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com





Posting Komentar untuk "Lafadz Takbir Idul Fitri Plus Video Malam Takbiran"