Logika Dan Obyektifitas Ahokers
Ahoker gampang mencap orang lain radikal, anti-Pancasila, intoleran. Padahal, mereka sendiri mempraktekkan semuanya
IDEALISME HANGAT-HANGAT TAHI AYAM
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Oleh Wendra Setiawan
Sebelum pemilihan:
Armando: "Mayoritas masyarat DKI yaitu golongan masyarakat terdidik. Mereka yaitu pemilih rasional. Mereka tidak akan terpengaruh oleh isu-isu agama."
Setelah pemilihan:
Armando: "57.9 persen masyarakat DKI GOBLOK semua!"
😩
Sebelum hakim memutuskan:
Abu Janda: "Semua harus mendapatkan keputusan hakim. Kita harus berguru cukup umur sebagai warga negara. Ini negara hukum, Bung!"
Setelah hakim memutuskan:
Abu Janda: "Hakim b*ngsat! Negara apa ini? Pasti hakimnya disuap! Bebaskan Ahok kini juga. Dia tidak bersalah. Jusuf Kalla harus mundur dari bangku Wapres!"
😥
Sebelum sidang berakhir:
Jelantik: "Itu yang demo-demo tanggal anggun apa pengangguran semua ya? Seharian demo kayak orang nggak punya kerjaan. Dasar kaum radikal intoleran!"
Dan dari kemarin sore sampai tadi malam, Jelantik termasuk salah satu demonstran yang menangis sambil memeluk tiang listrik di depan LP Cipinang. Membakar apa saja yang bisa dibakar, dan bersama teman-temannya berusaha merobohkan pagar bangunan LP. Dan kesannya Ahok harus dipindahkan alasannya yaitu keamanannya terancam oleh pendukungnya sendiri.
***
Armando, Abu Janda, dan Jelantik, yaitu citra 42% masyarakat kita yang idealismenya bisa berubah-ubah secara drastis, tergantung mood mereka. Perubahannya tidak lagi hitungan tahun. Idealisme mereka bisa berubah dalam hitungan detik.
Sebelum pemilihan:
Armando: "Mayoritas masyarat DKI yaitu golongan masyarakat terdidik. Mereka yaitu pemilih rasional. Mereka tidak akan terpengaruh oleh isu-isu agama."
Setelah pemilihan:
Armando: "57.9 persen masyarakat DKI GOBLOK semua!"
😩Sebelum hakim memutuskan:
Abu Janda: "Semua harus mendapatkan keputusan hakim. Kita harus berguru cukup umur sebagai warga negara. Ini negara hukum, Bung!"
Setelah hakim memutuskan:
Abu Janda: "Hakim b*ngsat! Negara apa ini? Pasti hakimnya disuap! Bebaskan Ahok kini juga. Dia tidak bersalah. Jusuf Kalla harus mundur dari bangku Wapres!"
😥Sebelum sidang berakhir:
Jelantik: "Itu yang demo-demo tanggal anggun apa pengangguran semua ya? Seharian demo kayak orang nggak punya kerjaan. Dasar kaum radikal intoleran!"
Dan dari kemarin sore sampai tadi malam, Jelantik termasuk salah satu demonstran yang menangis sambil memeluk tiang listrik di depan LP Cipinang. Membakar apa saja yang bisa dibakar, dan bersama teman-temannya berusaha merobohkan pagar bangunan LP. Dan kesannya Ahok harus dipindahkan alasannya yaitu keamanannya terancam oleh pendukungnya sendiri.
***
Armando, Abu Janda, dan Jelantik, yaitu citra 42% masyarakat kita yang idealismenya bisa berubah-ubah secara drastis, tergantung mood mereka. Perubahannya tidak lagi hitungan tahun. Idealisme mereka bisa berubah dalam hitungan detik.
Mereka begitu gampang mencap orang lain yang tidak sepaham dengan mereka sebagai golongan radikal, anti pancasila, tidak taat hukum, intoleran, dan label-label negatif lainnya. Padahal di satu sisi, mereka sendiri mempraktekkan semua secara vulgar.
Mereka juga yang dulu menangis terisak-isak ketika pemerintahan SBY menaikkan BBM bersubsidi sebesar 500 rupiah, ketika pemerintah dikala itu tidak lagi bisa menanggung beban subsidi BBM jawaban melonjaknya harga minyak mentah dunia. Mereka mengutuk SBY sebagai vampir penghisap darah rakyat.
Lalu ketika pemerintahan berganti, kemudian mereka berbalik menjadi golongan yang mengutuk orang-orang yang menangis ketika pemerintah menghapus hampir semua subsidi, sebagai golongan masyarakat manja dan pemalas.
Begitulah. Harap maklum. Yang waras ngalah!Tapi jgn terlalu ngalah karna kalau yg berkuasa orang ngak waras hancur negara ini.
Mereka juga yang dulu menangis terisak-isak ketika pemerintahan SBY menaikkan BBM bersubsidi sebesar 500 rupiah, ketika pemerintah dikala itu tidak lagi bisa menanggung beban subsidi BBM jawaban melonjaknya harga minyak mentah dunia. Mereka mengutuk SBY sebagai vampir penghisap darah rakyat.
Lalu ketika pemerintahan berganti, kemudian mereka berbalik menjadi golongan yang mengutuk orang-orang yang menangis ketika pemerintah menghapus hampir semua subsidi, sebagai golongan masyarakat manja dan pemalas.
Begitulah. Harap maklum. Yang waras ngalah!Tapi jgn terlalu ngalah karna kalau yg berkuasa orang ngak waras hancur negara ini.

Posting Komentar untuk "Logika Dan Obyektifitas Ahokers"