Meikarta Lippo Group Cikarang Dinilai Negara Dalam Negara
LIPPO Group telah mengumumkan planning pembangunan kota raksasa yang diklaim akan menjadi lebih indah dari Jakarta.
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Nama kota raksasa gres garapan Lippo tersebut ialah Meikarta yang akan dibangun di atas lahan seluas 22 juta m2.
Menurut CEO Lippo Group, James Riyadi, pembangunan tahap pertama kota ini sudah dirancang semenjak 2014 dan pengerjaan fisik sudah dilakukan semenjak Januari 2016 dengan pembangunan ratusan gedung pencakar langit setinggi 35-46 lantai. Lokasi kota gres ini berada di timur Jakarta dan dikelilingi beberapa kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababela, serta MM2100.
Menurut CEO Lippo Group, James Riyadi, pembangunan tahap pertama kota ini sudah dirancang semenjak 2014 dan pengerjaan fisik sudah dilakukan semenjak Januari 2016 dengan pembangunan ratusan gedung pencakar langit setinggi 35-46 lantai. Lokasi kota gres ini berada di timur Jakarta dan dikelilingi beberapa kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababela, serta MM2100.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 278 triliun, penjualan 250 ribu unit apartemen Meikarta sudah dilakukan. Di daerah seluas 2.200 hektar ini bakal dibangun akomodasi umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga Mal.
Deddy menyesalkan mega proyek dengan nilai investasi Rp278 triliun belum mendapat izin sudah dipasarkan. "Belum ada (kabar) izin, kok sudah diumumkan saja,” katanya.
Ia mengaku tim terpaksa menjemput bola sebab tidak ada koordinasi apapun yang dilakukan oleh Lippo. “Tim sudah ke sana untuk mencari tahu apa itu Meikarta, lokasinya di mana, termasuk perizinannya,” ujarnya.
Sejumlah alasan dibeberkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar terkait keberatannya pada proyek Meikarta yang digagas Lippo Group.
Pihaknya keberatan sebab Meikarta ibarat diumumkan pada publik tak hanya berupa daerah perumahan dan perkantoran, namun terhubung dengan banyak proyek moda transportasi dan daerah industri.
“Jabar punya Perda wacana daerah metropolitan Bodebekarpur, ini tidak ada koordinasi, dimana lokasinya,” katanya baru-baru ini.
Membangun sebuah kota gres terpadu dinilai Deddy bukanlah hal mudah.
Perizinan harus ditempuh dari provinsi sebab proyek tersebut menyangkut sejumlah kabupaten dan peraturan daerah terkait tata ruang.
“Kita ada perda, ini proyek mengacu pada Perda tidak? Tiba-tiba launching saja, kami tidak pernah diberi tahu,” tuturnya.
Jika tim menemukan sejumlah perizinan belum ditempuh, Pemprov Jabar meminta supaya Lippo menahan terlebih dahulu penjualan.
Pihaknya akan mengkaji sejumlah hal dimulai Amdal dan keterkaitan proyek dengan planning tata ruang Metropolitan Bodekarpur.
“Terpenting proyek ini mempunyai kesesuaian dengan planning kita membangun Metropolitan Bodekarpur,” ujarnya. (bandungbisnis.com)
"James Riady tentangan dengan Sugianto Kusuma (Aguan). Meikarta ini untuk mengimbangi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di utara Jakarta," sebut Jehansyah Siregar.
Pernyataan Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dilontarkan terkait peluncuran megaproyek Meikarta oleh Lippo Group beberapa waktu silam.
Menurut Jehansyah, meski James dan Lippo Group-nya didukung oleh mantan pejabat negara ternama macam Theo L Sambuaga (Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat), dan Agum Gumelar (Mantan Menteri Perhubungan), namun Aguan dengan bendera Agung Sedayu Group (ASG)-nya, telah lebih dulu mencuri start.
Tak main-main, Aguan membuatkan PIK 2 di atas lahan seluas 1.000 hektar. Sebagai sebuah flagship project, PIK 2 dinamai Sedayu Indo City yang hanya berjarak tempuh 5 kilometer dari jilid perdananya, PIK 1.
Serupa dengan Meikarta, PIK 2 juga diklaim memperlihatkan berjuta akomodasi dengan mengadopsi konsep hijau. ASG mengalokasikan area hijau seluas 60 hektar.
Sementara central business district (CBD)-nya mendapat porsi 100 hektar, dan akomodasi lainnya seluas 520 hektar.
Jika Meikarta dirancang oleh konsultan arsitektur dan desain internasional DP Architects yang berbasis di Singapura, demikian halnya dengan Sedayu Indo City yang merupakan hasil karya DDG dari Amerika Serikat.
DDG beken sebagai konsultan dan perencana terkemuka dengan proyek-proyek macam Town Square Las Vegas, National Harbor Maryland, Viscaya di Pudong Shanghai, dan lain-lain.
Lepas dari persaingan kedua naga properti ini, Jehansyah mengatakan, Meikarta perlu diapresiasi sebagai upaya pengusaha nasional Indonesia menghadirkan properti berkelas internasional yang sanggup bersaing dengan kota-kota maju di negara tetangga.
Meikarta yang berlokasi di timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, memang digadang-gadang sebagai "Jakarta Baru". Dikembangkan di atas lahan seluas 500 hektar dengan inovasi, dan terobosan baru.
"Juga soal nama Meikarta. Ini menarik sekali. Ada nama Mei plus Karta yang erat dengan nama JaKarta. Nama Mei kabarnya diambil dari nama ibunya James. Tapi okelah, hasilnya Meikarta. Saya rasa masih ngendonesia, saya suka," tutur Jehansyah kepada KompasProperti, pekan lalu.
Sebelumnya, James Riady menjelaskan, Meikarta merupakan inisiatif besar dalam membangun Jakarta gres dengan desain dan infrastruktur berkelas internasional. (KP)
Wagub Jabar Nilai Lippo Group Mau Dirikan Negara dalam Negara
Lippo Group yang memasarkan proyek Meikarta, pembangunan kota gres berskala internasional di Cikarang, Bekasi tanpa ijin ke provinsi ibarat membangun negara dalam negara.“Hati-hati Lippo, jangan seenaknya. Ini ibarat mendirikan negara di dalam negara saja,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar belum usang ini kepada wartawan.
Deddy menyesalkan mega proyek dengan nilai investasi Rp278 triliun belum mendapat izin sudah dipasarkan. "Belum ada (kabar) izin, kok sudah diumumkan saja,” katanya.
Ia mengaku tim terpaksa menjemput bola sebab tidak ada koordinasi apapun yang dilakukan oleh Lippo. “Tim sudah ke sana untuk mencari tahu apa itu Meikarta, lokasinya di mana, termasuk perizinannya,” ujarnya.
Sejumlah alasan dibeberkan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar terkait keberatannya pada proyek Meikarta yang digagas Lippo Group.
Pihaknya keberatan sebab Meikarta ibarat diumumkan pada publik tak hanya berupa daerah perumahan dan perkantoran, namun terhubung dengan banyak proyek moda transportasi dan daerah industri.
“Jabar punya Perda wacana daerah metropolitan Bodebekarpur, ini tidak ada koordinasi, dimana lokasinya,” katanya baru-baru ini.
Membangun sebuah kota gres terpadu dinilai Deddy bukanlah hal mudah.
Perizinan harus ditempuh dari provinsi sebab proyek tersebut menyangkut sejumlah kabupaten dan peraturan daerah terkait tata ruang.
“Kita ada perda, ini proyek mengacu pada Perda tidak? Tiba-tiba launching saja, kami tidak pernah diberi tahu,” tuturnya.
Jika tim menemukan sejumlah perizinan belum ditempuh, Pemprov Jabar meminta supaya Lippo menahan terlebih dahulu penjualan.
Pihaknya akan mengkaji sejumlah hal dimulai Amdal dan keterkaitan proyek dengan planning tata ruang Metropolitan Bodekarpur.
“Terpenting proyek ini mempunyai kesesuaian dengan planning kita membangun Metropolitan Bodekarpur,” ujarnya. (bandungbisnis.com)
Meikarta, Persaingan Dua Naga, dan Lemahnya Peran Pemerintah
"James Riady tentangan dengan Sugianto Kusuma (Aguan). Meikarta ini untuk mengimbangi Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 di utara Jakarta," sebut Jehansyah Siregar.
Pernyataan Dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dilontarkan terkait peluncuran megaproyek Meikarta oleh Lippo Group beberapa waktu silam.
Menurut Jehansyah, meski James dan Lippo Group-nya didukung oleh mantan pejabat negara ternama macam Theo L Sambuaga (Mantan Menteri Negara Perumahan Rakyat), dan Agum Gumelar (Mantan Menteri Perhubungan), namun Aguan dengan bendera Agung Sedayu Group (ASG)-nya, telah lebih dulu mencuri start.
Tak main-main, Aguan membuatkan PIK 2 di atas lahan seluas 1.000 hektar. Sebagai sebuah flagship project, PIK 2 dinamai Sedayu Indo City yang hanya berjarak tempuh 5 kilometer dari jilid perdananya, PIK 1.
Serupa dengan Meikarta, PIK 2 juga diklaim memperlihatkan berjuta akomodasi dengan mengadopsi konsep hijau. ASG mengalokasikan area hijau seluas 60 hektar.
Sementara central business district (CBD)-nya mendapat porsi 100 hektar, dan akomodasi lainnya seluas 520 hektar.
Jika Meikarta dirancang oleh konsultan arsitektur dan desain internasional DP Architects yang berbasis di Singapura, demikian halnya dengan Sedayu Indo City yang merupakan hasil karya DDG dari Amerika Serikat.
DDG beken sebagai konsultan dan perencana terkemuka dengan proyek-proyek macam Town Square Las Vegas, National Harbor Maryland, Viscaya di Pudong Shanghai, dan lain-lain.
Lepas dari persaingan kedua naga properti ini, Jehansyah mengatakan, Meikarta perlu diapresiasi sebagai upaya pengusaha nasional Indonesia menghadirkan properti berkelas internasional yang sanggup bersaing dengan kota-kota maju di negara tetangga.
Meikarta yang berlokasi di timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, memang digadang-gadang sebagai "Jakarta Baru". Dikembangkan di atas lahan seluas 500 hektar dengan inovasi, dan terobosan baru.
"Juga soal nama Meikarta. Ini menarik sekali. Ada nama Mei plus Karta yang erat dengan nama JaKarta. Nama Mei kabarnya diambil dari nama ibunya James. Tapi okelah, hasilnya Meikarta. Saya rasa masih ngendonesia, saya suka," tutur Jehansyah kepada KompasProperti, pekan lalu.
Sebelumnya, James Riady menjelaskan, Meikarta merupakan inisiatif besar dalam membangun Jakarta gres dengan desain dan infrastruktur berkelas internasional. (KP)
Meikarta, Proyek Ambisius Lippo yang Akan Kalahkan Jakarta
LIPPO Group telah mengumumkan planning pembangunan kota raksasa yang diklaim akan menjadi lebih indah dari Jakarta. Nama kota raksasa gres garapan Lippo tersebut ialah Meikarta yang akan dibangun di atas lahan seluas 22 juta m2.
Menurut CEO Lippo Group James Riyadi di Jakarta, pembangunan tahap pertama kota ini sudah dirancang semenjak 2014 dan pengerjaan fisik sudah dilakukan semenjak Januari 2016 dengan pembangunan ratusan gedung pencakar langit setinggi 35-46 lantai. Lokasi kota gres ini berada di timur Jakarta dan dikelilingi beberapa kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababela, serta MM2100.
“Ini merupakan proyek terbesar kami selama 67 tahun berdirinya kelompok perjuangan Lippo. Nilai investasi proyek ini sebesar Rp 278 triliun yang berasal dari internal perusahaan, pinjaman, dan pre selling, serta kemitraan investasi dengan Mitsubishi, Toyota, dan Sanko Soflan yang sudah memulai pengembangan awal,” urai James.
James memproyeksikan kota gres ini akan menjadi kota modern terlengkap baik akomodasi maupun infrastrukturnya di Asia Tenggara. “Kota ini berpotensi menjadi kota terpenting di Indonesia mengalahkan Jakarta. Diharapkan kota ini sanggup menjadi pecahan dari solusi kemacetan, kepadatan, dan tekanan sosial lainnya dari Jakarta.”
Pada Desember 2018 James meyakinkan sebanyak lima puluh gedung sudah siap untuk dihuni. Proyek ambisius ini akan mulai dipasarkan pada 13 Mei mendatang di Orange County, Lippo Cikarang. Melalui Meikarta, Lippo ingin memanfaatkan sentra ekonomi nasional di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung.
Menurut James, dalam catatan Lippo, sekitar 60% ekonomi nasional berada di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Dari jumlah tersebut, 70 persen pergerakan ekonomi ada di sentra Bekasi—Cikarang, dengan jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 15 juta orang dalam 20 tahun mendatang.
“Saat perekonomian dunia lesu, kami berkomitmen tetap melaksanakan investasi infrastruktur dengan tujuan sanggup membuat lapangan pekerjaan. Total peresapan lapangan kerja untuk proyek ini akan mencapai 65 ribu orang,” lanjut James. (MI)
Menurut CEO Lippo Group James Riyadi di Jakarta, pembangunan tahap pertama kota ini sudah dirancang semenjak 2014 dan pengerjaan fisik sudah dilakukan semenjak Januari 2016 dengan pembangunan ratusan gedung pencakar langit setinggi 35-46 lantai. Lokasi kota gres ini berada di timur Jakarta dan dikelilingi beberapa kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababela, serta MM2100.
“Ini merupakan proyek terbesar kami selama 67 tahun berdirinya kelompok perjuangan Lippo. Nilai investasi proyek ini sebesar Rp 278 triliun yang berasal dari internal perusahaan, pinjaman, dan pre selling, serta kemitraan investasi dengan Mitsubishi, Toyota, dan Sanko Soflan yang sudah memulai pengembangan awal,” urai James.
James memproyeksikan kota gres ini akan menjadi kota modern terlengkap baik akomodasi maupun infrastrukturnya di Asia Tenggara. “Kota ini berpotensi menjadi kota terpenting di Indonesia mengalahkan Jakarta. Diharapkan kota ini sanggup menjadi pecahan dari solusi kemacetan, kepadatan, dan tekanan sosial lainnya dari Jakarta.”
Pada Desember 2018 James meyakinkan sebanyak lima puluh gedung sudah siap untuk dihuni. Proyek ambisius ini akan mulai dipasarkan pada 13 Mei mendatang di Orange County, Lippo Cikarang. Melalui Meikarta, Lippo ingin memanfaatkan sentra ekonomi nasional di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung.
Menurut James, dalam catatan Lippo, sekitar 60% ekonomi nasional berada di daerah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, hingga Bandung. Dari jumlah tersebut, 70 persen pergerakan ekonomi ada di sentra Bekasi—Cikarang, dengan jumlah penduduk diperkirakan akan mencapai 15 juta orang dalam 20 tahun mendatang.
“Saat perekonomian dunia lesu, kami berkomitmen tetap melaksanakan investasi infrastruktur dengan tujuan sanggup membuat lapangan pekerjaan. Total peresapan lapangan kerja untuk proyek ini akan mencapai 65 ribu orang,” lanjut James. (MI)
Lippo Bangun Kota Baru Meikarta Rp 278 T, Ini Sumber Dananya
Lippo Group akan membangun kota gres Meikarta yang berlokasi di daerah Cikarang, Jawa Barat. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp 278 triliun.
Keseriusan membangun kota ini dibuktikan lewat diluncurkannya penjualan 250 ribu unit apartemen Meikarta hari ini. Selain itu, secara sedikit demi sedikit di daerah seluas 2.200 hektar ini bakal dibangun akomodasi umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga Mal.
CEO Lippo Group, James Riady, menyampaikan dalam pembangunan kota Meikarta ini melibatkan banyak kawan bisnis. Langkah ini sebagai taktik pendanaan Lippo dalam merealisasikan pembangunan yang direncanakan. Menurutnya, 35% porsi pendanaan berasal dari kas Lippo, sedangkan sisanya dari kolaborasi dengan kawan bisnis baik dalam maupun luar negeri.
"Pendanaan kota ini kan Rp 278 triliun, besar sekali sebab dibangun sekaligus. Karena itu Pendanaannya demokratisasi pendanaan. Artinya pendanaan ini dari begitu banyak partner masuk, ada Jepang, Korea, Taiwan dan banyak lagi, plus pendanaan dari setiap pembeli yang mempercayakan kepada Lippo," kata James ketika ditemui di Maxx Boxx, Cikarang, Sabtu (13/5/2017).
Meski tidak merinci siapa saja kawan tersebut, hal ini kata ia telah dibuktikan dengan akan dibangunnya apartemen bernuansa Jepang yang dibangun oleh Toyota dan Mitsubishi di daerah ini. Hal ini tidak lepas dari lokasi Meikarta yang erat dengan pabrik dan daerah industri kedua produsen kendaraan bermotor asal Jepang tersebut.
"Jadi multiple partnership. Partner-partner itu ikut mendanai. Ada 120 perusahaan yang bermitra dengan Lippo, 30-40 kontraktor, 20-30 partner dari luar negeri ibarat Mitsubishi, Toyota. Mitsubishi bangkit 1.000 unit, tapi desainnya khusus lebih ke Jepang. Toyota juga," terang James.
Adapun 250 ribu unit apartemen yang ketika ini tengah dibangun ditargetkan bakal diselesaikan pada selesai 2018 mendatang sehingga sanggup segera ditempati. "250 ribu unit, selesai 2018 kita serah terimakan (selesai)," pungkas James. (Dtc)
Peluncuran perdana mega proyek kota gres ini dihadiri CEO Lippo Group James Riady dan ditandai penjualan unit apartemen di Meikarta yang mendapat sambutan masyarakat. Sampai pukul 14.00 pada Sabtu 13 Mei 2017, sudah 16.800 unit apartemen yang terjual.
"Tingginya peminat untuk mempunyai unit apartemen di Meikarta sangat tinggi. Saya sendiri tidak menyangka sebesar ini peminatnya. Bahkan, sudah hingga 16.800 unit terjual hingga siang ini," kata Presiden Meikarta Ketut Budi Widjaja ketika ditemui di Maxx Box, Orange County, Lippo Cikarang, Sabtu 13 Mei 2017.
Meikarta merupakan proyek terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya Lippo Group. Kota modern itu berada di tengah kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100.
Ketut mengaku sangat terkecut dengan penjualan perdana yang mendapat sambutan positif dari konsumen. "Sejak pagi, ribuan konsumen antusias mengantre untuk mendapat unit apartemen di Meikarta," katanya.
Padahal, kata Ketut, dalam penjualan perdana ini hanya 15 menara yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan adanya antrean pembeli yang membludak, kata dia, tentu lebih dari 15 menara yang akan terjual.
"Luar biasa. Saya sendiri sangat terkejut dengan penjualan hari ini. Saya kira, belum setengah dari antrean seluruhnya yang tiba ke sini dan penjualan sudah sangat tinggi, mencapai angka 16.800. Angka penjualan tentunya diperkirakan melampaui target," kata Ketut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan konsumen sudah mengantre semenjak pagi untuk mendapat giliran menentukan unit apartemen di mega proyek Meikarta. Kebanyak konsumen, menentukan unit untuk dihuni.
James Riady mengatakan, Meikarta disajikan untuk masyarakat urban di seluruh Indonesia yang menginginkan hidup gres dan membangun keluarga baru. Direncanakan, 70-80 persen untuk masyarakat urban. ”Di sini nanti jadi daerah jasa yang ditopang life industry,” katanya.
"Meikarta akan menjadi kota sanggup berdiri diatas kaki sendiri totalitas dan harganya memasyarakat. Harganya murah kan," kata dia.
Meikarta akan dibangun sedikit demi sedikit hingga tujuh tahun ke depan. Tahap pertama pembangunan di atas lahan seluas 22 juta meter persegi akan rampung dalam tiga tahun. Lippo menargetkan, lima puluh gedung sudah siap huni pada Desember 2018.
James juga menjanjikan unit-unit yang ditawarkan oleh Meikarta sanggup terjangkau oleh seluruh komunitas bahkan masyarakat ekonomi menengah.
Keseriusan membangun kota ini dibuktikan lewat diluncurkannya penjualan 250 ribu unit apartemen Meikarta hari ini. Selain itu, secara sedikit demi sedikit di daerah seluas 2.200 hektar ini bakal dibangun akomodasi umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga Mal.
CEO Lippo Group, James Riady, menyampaikan dalam pembangunan kota Meikarta ini melibatkan banyak kawan bisnis. Langkah ini sebagai taktik pendanaan Lippo dalam merealisasikan pembangunan yang direncanakan. Menurutnya, 35% porsi pendanaan berasal dari kas Lippo, sedangkan sisanya dari kolaborasi dengan kawan bisnis baik dalam maupun luar negeri.
"Pendanaan kota ini kan Rp 278 triliun, besar sekali sebab dibangun sekaligus. Karena itu Pendanaannya demokratisasi pendanaan. Artinya pendanaan ini dari begitu banyak partner masuk, ada Jepang, Korea, Taiwan dan banyak lagi, plus pendanaan dari setiap pembeli yang mempercayakan kepada Lippo," kata James ketika ditemui di Maxx Boxx, Cikarang, Sabtu (13/5/2017).
Meski tidak merinci siapa saja kawan tersebut, hal ini kata ia telah dibuktikan dengan akan dibangunnya apartemen bernuansa Jepang yang dibangun oleh Toyota dan Mitsubishi di daerah ini. Hal ini tidak lepas dari lokasi Meikarta yang erat dengan pabrik dan daerah industri kedua produsen kendaraan bermotor asal Jepang tersebut.
"Jadi multiple partnership. Partner-partner itu ikut mendanai. Ada 120 perusahaan yang bermitra dengan Lippo, 30-40 kontraktor, 20-30 partner dari luar negeri ibarat Mitsubishi, Toyota. Mitsubishi bangkit 1.000 unit, tapi desainnya khusus lebih ke Jepang. Toyota juga," terang James.
Adapun 250 ribu unit apartemen yang ketika ini tengah dibangun ditargetkan bakal diselesaikan pada selesai 2018 mendatang sehingga sanggup segera ditempati. "250 ribu unit, selesai 2018 kita serah terimakan (selesai)," pungkas James. (Dtc)
Sudah 16.800 Apartemen Dijual di Meikarta, Berapa Harganya?
Kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi diprediksi akan menjadi sentra ekonomi gres bagi Jawa Barat. Hal itu terjadi menyusul dibangunnya kota gres berjulukan Meikarta yang terletak di koridor Jakarta-Bandung oleh pengembang besar Lippo Group dengan nilai investasi Rp 287 triliun.Peluncuran perdana mega proyek kota gres ini dihadiri CEO Lippo Group James Riady dan ditandai penjualan unit apartemen di Meikarta yang mendapat sambutan masyarakat. Sampai pukul 14.00 pada Sabtu 13 Mei 2017, sudah 16.800 unit apartemen yang terjual.
"Tingginya peminat untuk mempunyai unit apartemen di Meikarta sangat tinggi. Saya sendiri tidak menyangka sebesar ini peminatnya. Bahkan, sudah hingga 16.800 unit terjual hingga siang ini," kata Presiden Meikarta Ketut Budi Widjaja ketika ditemui di Maxx Box, Orange County, Lippo Cikarang, Sabtu 13 Mei 2017.
Meikarta merupakan proyek terbesar yang pernah dikerjakan selama 67 tahun sejarah berdirinya Lippo Group. Kota modern itu berada di tengah kota gres ibarat Lippo Cikarang, Jababeka, MM2100.
Ketut mengaku sangat terkecut dengan penjualan perdana yang mendapat sambutan positif dari konsumen. "Sejak pagi, ribuan konsumen antusias mengantre untuk mendapat unit apartemen di Meikarta," katanya.
Padahal, kata Ketut, dalam penjualan perdana ini hanya 15 menara yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan adanya antrean pembeli yang membludak, kata dia, tentu lebih dari 15 menara yang akan terjual.
"Luar biasa. Saya sendiri sangat terkejut dengan penjualan hari ini. Saya kira, belum setengah dari antrean seluruhnya yang tiba ke sini dan penjualan sudah sangat tinggi, mencapai angka 16.800. Angka penjualan tentunya diperkirakan melampaui target," kata Ketut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan konsumen sudah mengantre semenjak pagi untuk mendapat giliran menentukan unit apartemen di mega proyek Meikarta. Kebanyak konsumen, menentukan unit untuk dihuni.
James Riady mengatakan, Meikarta disajikan untuk masyarakat urban di seluruh Indonesia yang menginginkan hidup gres dan membangun keluarga baru. Direncanakan, 70-80 persen untuk masyarakat urban. ”Di sini nanti jadi daerah jasa yang ditopang life industry,” katanya.
Dia menyatakan, di Indonesia, masyarakat masih kekurangan 16 juta unit rumah sehingga banyak yang mendambakan mempunyai rumah. Misi Meikarta ialah sanggup mengambil pecahan dari persoalan tersebut sekaligus sanggup menginspirasi 100 pengembang besar untuk memperlihatkan hunian berkualitas bagi warga Indonesia.
"Meikarta akan menjadi kota sanggup berdiri diatas kaki sendiri totalitas dan harganya memasyarakat. Harganya murah kan," kata dia.
Meikarta akan dibangun sedikit demi sedikit hingga tujuh tahun ke depan. Tahap pertama pembangunan di atas lahan seluas 22 juta meter persegi akan rampung dalam tiga tahun. Lippo menargetkan, lima puluh gedung sudah siap huni pada Desember 2018.
James juga menjanjikan unit-unit yang ditawarkan oleh Meikarta sanggup terjangkau oleh seluruh komunitas bahkan masyarakat ekonomi menengah.
Harga pasar di sekitar koridor Bekasi-Cikarang yang ketika ini dijual di angka Rp 18 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi akan dipotong hingga 50 persen, di bawah Rp 12,5 juta per meter persegi.
Nantinya, akomodasi kredit pemilikan rumah atau apartemen akan tersedia dengan bunga mulai 8,25 persen. James juga menyebutkan, dengan booking fee Rp 2 juta, selanjutnya dikenakan uang muka hanya 10 persen. (PR).
“Ah itu sih hanya mimpi yang tak terbeli. Apa keuntungannya untuk warga Kabupaten Bekasi kalau membangun kota hanya untuk kalangan berduit. Yang niscaya mah orang Bekasi akan semakin terpinggirkan.” kata Sarno (32), warga Cikarang Selatan.
“Seharusnya pemerintah daerah, baik kabupaten maupun propinsi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan ijin. Jangan sebab pemodal besar apapun sanggup dibangun di Kabupaten Bekasi,” kata Hendri (30), seorang karyawan warga Cibarusah. (bisnis.com).*
Nantinya, akomodasi kredit pemilikan rumah atau apartemen akan tersedia dengan bunga mulai 8,25 persen. James juga menyebutkan, dengan booking fee Rp 2 juta, selanjutnya dikenakan uang muka hanya 10 persen. (PR).
Warga Bekasi Respon Negatif Kota Meikarta
Rencana Group Lippo yang akan membangun kota ‘Jakarta Baru’ berjulukan Meikarta di Cikarang mendapat respon negatif dari warga Kabupaten Bekasi. Kota gres yang disebut-sebut akan menjadi kota termegah dan terlengkap di Asia Tenggara ini dinilai akan menggusur perlahan penduduk orisinil Kabupaten Bekasi dan hanya akan menjadi hunian masyarakat kelas atas yang berkantong tebal.“Ah itu sih hanya mimpi yang tak terbeli. Apa keuntungannya untuk warga Kabupaten Bekasi kalau membangun kota hanya untuk kalangan berduit. Yang niscaya mah orang Bekasi akan semakin terpinggirkan.” kata Sarno (32), warga Cikarang Selatan.
“Lagi-lagi orang Bekasi hanya akan menjadi penonton dan yang niscaya identitas Bekasi akan semakin hilang,” ujar Iwan (28), warga Cikarang Kota.
“Seharusnya pemerintah daerah, baik kabupaten maupun propinsi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan ijin. Jangan sebab pemodal besar apapun sanggup dibangun di Kabupaten Bekasi,” kata Hendri (30), seorang karyawan warga Cibarusah. (bisnis.com).*

Posting Komentar untuk "Meikarta Lippo Group Cikarang Dinilai Negara Dalam Negara"