Nasdem Dirikan Perguruan Tinggi Bela Negara, Netizen Ingat Angkatan Kelima Pki
NasDem Dirikan Akademi Bela Negara, Netizen Ingat Angkatan Kelima PKI.
Partai Nasdem mendirikan Akademi Bela Negara (ABN). Deklarasi ABN dihadiri Presiden Jokowi, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, para mahasiswa, dan kader Nasdem.
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur ABN IGK Manila.
Hadir juga dalam aktivitas ini Ketua dewan perwakilan rakyat Setya Novanto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung Prasetyo.
NASDEM BENTUK 'AKADEMI BELA NEGARA', MASYARAKAT JADI TERINGAT 'ANGKATAN KELIMA PKI'.
Disaat kekuatan Tentara Nasional Indonesia meningkat pesat dan kekuatan Polisi cukup besar, PKI malah secara sepihak membentuk Angkatan Kelima dengan mempersenjatai kaum buruh dan tani. Itulah citra yg terjadi pada kala 1964-1965.
Ketika itu Tentara Nasional Indonesia mempunyai kekuatan yg luar biasa besar, bahkan menjadi kekuatan militer terbesar di tempat Asia Tenggara. Sehingga sangat siap kalau dihadapkan dengan politik konfrontasi yg tengah dijalankan oleh rezim Soekarno.
****
Sama halnya dengan ketika ini dimana Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia sudah mempunyai kekuatan yg cukup besar karena proyek modernisasi alutsista di kala Presiden SBY berhasil dengan baik.
Dengan kekuatan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia ketika ini, masyarakat yakin bahwa kedua institusi militer tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan siap menghadapi banyak sekali ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Namun sungguh menjadi pertanyaan publik ketika mendengar kengototan Partai Nasdem yg membentuk Akademi Bela Negara yg berdasarkan ratifikasi petingginya sudah diubahsuaikan dengan kurikulum Kemenhan.
Jika demikian, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan maka aktivitas bela negara haruslah melalui prosedur yg baku yakni melalui institusi resmi Tentara Nasional Indonesia dan Polri.
Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 BAB XII Pasal 30 ayat (1), (2):
Ayat (1): Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam perjuangan pertahanan dan keamanan negara
Ayat (2): Usaha pertahanan dan
keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Tidak ada landasan aturan yg memperbolehkan institusi selain Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia yg diperbolehkan untuk menggelar Program Bela Negara.
Jika ada organisasi lain yg menyediakan tempat untuk pembinaan Bela Negara, sanggup dikatakan sebagai tindakan ilegal.
Apa balasannya kalau semua Parpol, Ormas dan kelompok menciptakan tempat pembinaan milisi sendiri, tentunya ini akan menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas politik di Indonesia.
Wajar rasanya kalau masyarakat meragukan Akademi Bela Negara sebagai tempat untuk membentuk milisi yg loyal kepada Partai Nasdem dan tentunya berbahaya bagi keutuhan NKRI.***
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Partai Nasdem mendirikan Akademi Bela Negara (ABN). Deklarasi ABN dihadiri Presiden Jokowi, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, para mahasiswa, dan kader Nasdem.
Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur ABN IGK Manila.
Hadir juga dalam aktivitas ini Ketua dewan perwakilan rakyat Setya Novanto, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung Prasetyo.
Diberitakan Antara, Gubernur Akademi Bela Negara Partai NasDem, IGK Manila, menjelaskan Pusat Pendidikan dan Latihan Bela Negara yang diberi nama Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem dibangun di atas lahan seluas 4.900 meter persegi.
ABN didirikan sebagai sebuah institusi pendidikan dengan fasilitas, aktivitas dan kurikulum pendidikan serta tenaga pengajarnya.
IGK Manila menjelaskan, ABN lahir dari pedoman Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam merespons perkembangan setuasi nasional kehidupan kebangsaan Indonesia.
Utamanya yang belakangan ini mulai dirasakan memunculkan sebuah duduk kasus besar dan sangat serius bagi bangsa. Khususnya juga terkait dengan semangat nasionalisme dan patriotisme.
Saat ini, nilai-nilai dasar yang mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, serta nilai-nilai kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara seakan punah terpengaruhi jaman.
"Kondisi menyerupai ini dihentikan dibiarkan berlangsung usang di republik ini, alasannya sangat dikhawatirkan berpotensi menjadikan ancaman terhadap kerusakan masa depan," kata IGK Manila.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menjelaskan, melalui program, kurikulum dan bahan latih yang diterapkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Partai NasDem diperlukan sanggup menawarkan manfaat faktual bagi masyarakat, bangsa dan negara.
"Pelatihan pendidikan pada warga negara Indonesia, kita harapkan akan lebih mendapat manfaat yang lebih faktual dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan. Melahirkan etos yang lebih solid," kata Surya Paloh.
Menurut Surya Paloh, dalam setiap gelombangnya, pendidikan di ABN mendidik sebanyak 500 orang. Di dalam pendidikan tersebut diprioritaskan untuk diikuti oleh kader NasDem dari seluruh Indonesia.
IGK Manila menjelaskan, ABN lahir dari pedoman Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dalam merespons perkembangan setuasi nasional kehidupan kebangsaan Indonesia.
Utamanya yang belakangan ini mulai dirasakan memunculkan sebuah duduk kasus besar dan sangat serius bagi bangsa. Khususnya juga terkait dengan semangat nasionalisme dan patriotisme.
Saat ini, nilai-nilai dasar yang mencerminkan rasa cinta terhadap tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, serta nilai-nilai kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara seakan punah terpengaruhi jaman.
"Kondisi menyerupai ini dihentikan dibiarkan berlangsung usang di republik ini, alasannya sangat dikhawatirkan berpotensi menjadikan ancaman terhadap kerusakan masa depan," kata IGK Manila.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menjelaskan, melalui program, kurikulum dan bahan latih yang diterapkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Partai NasDem diperlukan sanggup menawarkan manfaat faktual bagi masyarakat, bangsa dan negara.
"Pelatihan pendidikan pada warga negara Indonesia, kita harapkan akan lebih mendapat manfaat yang lebih faktual dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan. Melahirkan etos yang lebih solid," kata Surya Paloh.
Menurut Surya Paloh, dalam setiap gelombangnya, pendidikan di ABN mendidik sebanyak 500 orang. Di dalam pendidikan tersebut diprioritaskan untuk diikuti oleh kader NasDem dari seluruh Indonesia.
Di sisi lain, Netizen mengaitkan ABN dengan Angkatan Kelima PKI, menyerupai dalam gambar yang diunggah laman Facebook DPP Militan Keadilan berikut ini:
NASDEM BENTUK 'AKADEMI BELA NEGARA', MASYARAKAT JADI TERINGAT 'ANGKATAN KELIMA PKI'.
Disaat kekuatan Tentara Nasional Indonesia meningkat pesat dan kekuatan Polisi cukup besar, PKI malah secara sepihak membentuk Angkatan Kelima dengan mempersenjatai kaum buruh dan tani. Itulah citra yg terjadi pada kala 1964-1965.
Ketika itu Tentara Nasional Indonesia mempunyai kekuatan yg luar biasa besar, bahkan menjadi kekuatan militer terbesar di tempat Asia Tenggara. Sehingga sangat siap kalau dihadapkan dengan politik konfrontasi yg tengah dijalankan oleh rezim Soekarno.
****
Sama halnya dengan ketika ini dimana Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia sudah mempunyai kekuatan yg cukup besar karena proyek modernisasi alutsista di kala Presiden SBY berhasil dengan baik.
Dengan kekuatan Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia ketika ini, masyarakat yakin bahwa kedua institusi militer tersebut bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan siap menghadapi banyak sekali ancaman terhadap keutuhan NKRI.
Namun sungguh menjadi pertanyaan publik ketika mendengar kengototan Partai Nasdem yg membentuk Akademi Bela Negara yg berdasarkan ratifikasi petingginya sudah diubahsuaikan dengan kurikulum Kemenhan.
Jika demikian, sesuai dengan aturan dan perundang-undangan maka aktivitas bela negara haruslah melalui prosedur yg baku yakni melalui institusi resmi Tentara Nasional Indonesia dan Polri.
Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 BAB XII Pasal 30 ayat (1), (2):
Ayat (1): Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam perjuangan pertahanan dan keamanan negara
Ayat (2): Usaha pertahanan dan
keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.
Tidak ada landasan aturan yg memperbolehkan institusi selain Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia yg diperbolehkan untuk menggelar Program Bela Negara.
Jika ada organisasi lain yg menyediakan tempat untuk pembinaan Bela Negara, sanggup dikatakan sebagai tindakan ilegal.
Apa balasannya kalau semua Parpol, Ormas dan kelompok menciptakan tempat pembinaan milisi sendiri, tentunya ini akan menjadi ancaman bagi keamanan dan stabilitas politik di Indonesia.
Wajar rasanya kalau masyarakat meragukan Akademi Bela Negara sebagai tempat untuk membentuk milisi yg loyal kepada Partai Nasdem dan tentunya berbahaya bagi keutuhan NKRI.***


Posting Komentar untuk "Nasdem Dirikan Perguruan Tinggi Bela Negara, Netizen Ingat Angkatan Kelima Pki"