Pengertian Adil Dan Cara Menjadi Langsung Yang Adil
Pengertian Adil dan Cara Menjadi Pribadi yang Adil.
Secara harfiah, adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Karena itu, adil yaitu menawarkan hak kepada setiap orang yang berhak dan menghukum orang yang bersalah sesuai dengan tingkat kesalahannya.
Menurut istilah, adil yaitu memutuskan suatu kebenaran terhadap dua duduk masalah atau bebepara duduk masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama.
Tiga Keutamaan Sikap Adil
1. Lebih akrab kepada takwa.
Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com
Secara bahasa (Indonesia), berdasarkan KBBI, adil yaitu sama berat, tidak memihak, tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, dan berpegang pada kebenaran.
adila sama berat; tidak berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu --
a berpihak kepada yang benar; berpegang pada kebenaran
a sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh mengemukakan tuntutan yang --
Salah satu perintah Allah SWT ihwal penegakan keadilan, termaktub dalam QS An-Nisaa' [4]: 58,
''Sungguh Allah menyuruhmu memberikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kau memutuskan aturan di antara manusia, hendaknya kau menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.''
Allah SWT menawarkan perintah pada insan untuk berbuat kebaikan, salah satunya dengan menjadi langsung yang adil. Manusia yang bertaqwa kepada Allah, akan tumbuh rasa adil dalam dirinya.
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kau jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) alasannya yaitu Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kau untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, alasannya yaitu adil itu lebih akrab kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, bergotong-royong Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.” (QS. 5:8)
“Hai Daud, bergotong-royong Kami mengakibatkan kau khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara insan dengan adil dan janganlah kau mengikuti hawa nafsu, alasannya yaitu dia akan menyesatkan kau dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, alasannya yaitu mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. 38:26)
Orang yang adil yaitu orang yang berjalan lurus dan sikapnya selalu memakai ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.
Allah SWT menawarkan perintah pada insan untuk berbuat kebaikan, salah satunya dengan menjadi langsung yang adil. Manusia yang bertaqwa kepada Allah, akan tumbuh rasa adil dalam dirinya.
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kau jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) alasannya yaitu Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kau untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, alasannya yaitu adil itu lebih akrab kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, bergotong-royong Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.” (QS. 5:8)
“Hai Daud, bergotong-royong Kami mengakibatkan kau khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara insan dengan adil dan janganlah kau mengikuti hawa nafsu, alasannya yaitu dia akan menyesatkan kau dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, alasannya yaitu mereka melupakan hari perhitungan.” (QS. 38:26)
Orang yang adil yaitu orang yang berjalan lurus dan sikapnya selalu memakai ukuran yang sama, bukan ukuran ganda.
Persamaan inilah yang menandakan orang yang adil tidak berpihak kepada salah seorang yang berselisih. dan seorang yang adil selalu berpihak kepada yang benar, alasannya yaitu baik yang benar maupun yang salah sama-sama harus memperoleh haknya.
Maka orang yang adil akan melaksanakan sesuatu yang patut, tidak adikara dan berusaha memutuskan masalah secara adil sesuai aturan yang berlaku, tidak memihak kepada siapapun dalam memutuskan suatu perkara, membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah.Adil juga dimaknai sebagai penempatan sesuatu pada kawasan yang semestinya.
Perilaku yang sanggup diteladani :
Perilaku yang sanggup diteladani :
- Adil terhadap Allah Ta’ala, yaitu dengan tidak berbuat syirik dalam beribadah kepada-Nya, mengimani nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, menaati-Nya dan tidak bermaksiat kepada-Nya, senantiasa berdzikir dan tidak melupakan-Nya serta mensyukuri nikmat-nikmatNya dan tidak mengingkarinya.
- Adil terhadap sesama manusia, yaitu dengan menawarkan hak-hak mereka dengan tepat tanpa menzhaliminya, sesuai dengan apa yang menjadi haknya.
- Adil terhadap keluarga (anak dan istri), yaitu dengan tidak melebihkan dan mengutamakan salah seorang di antara mereka atas yang lainnya atau kepada sebagian atas sebagian yang lainnya.
- Adil dalam perkataan, yaitu dengan berkata baik dan jujur tidak berdusta, berkata kasar, bersumpah palsu, mengghibah saudara seiman dan lain-lain.
- Adil dalam berkeyakinan, yaitu dengan meyakini perkara-perkara yang disebutkan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah yang shahih dengan keyakinan yang niscaya tanpa keraguan sedikitpun dan tidak meyakini hal-hal yang tidak benar yang menyelisihi keduanya.
- Adil dalam memutuskan aturan dan memutuskan perselisihan yang terjadi antara sesama manusia, yaitu dengan mengakibatkan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai sumber aturan dan pemutus masalah tersebut.
Tiga Keutamaan Sikap Adil
1. Lebih akrab kepada takwa.
Setiap Muslim tentu ingin menjadi atau termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang takwa, alasannya yaitu hal itu merupakan orang yang paling mulia di hadapan Allah SWT. ''Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih akrab kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti atas apa yang kau kerjakan.'' (QS Almaa'idah [3]: 8).
2. Dicintai Allah SWT.
2. Dicintai Allah SWT.
Setiap orang berusaha semoga mempunyai sifat yang menciptakan Allah SWT menjadi cinta kepada kita, dan salah satunya yaitu berlaku adil. ''... dan berlakulah adil. Sungguh Allah mengasihi orang-orang yang berlaku adil.'' (QS Alhujuraat [49]: 9).
3. Memperoleh keselamatan.
3. Memperoleh keselamatan.
Keselamatan di dunia dan darul abadi merupakan dambaan setiap insan, apalagi bagi kaum Muslimin. Setiap insan akan berlomba-lomba semoga sanggup selamat dan berusaha memperolehnya.
Salah satunya yaitu berlaku adil, baik kepada orang yang kita suka, maupun kepada orang yang kita benci.
''Ada tiga masalah yang sanggup menyelamatkan: takut kepada Allah, baik pada waktu sembunyi (sepi) maupun terang-terangan; berlaku adil, baik pada waktu rela maupun marah; dan hidup sederhana baik waktu miskin maupun kaya.'' (HR Thabrani dari Anas RA).
Demikian sekilas Pengertian Adil dan Cara Menjadi Pribadi yang Adil.*

Posting Komentar untuk "Pengertian Adil Dan Cara Menjadi Langsung Yang Adil"