Sedekah Keada Orang Miskin Atau Karib Kerabat, Mana Yang Lebih Utama?
Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat, Mana yang Lebih Utama?
MANA YANG LEBIH UTAMA: Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat?
SEDEKAH yakni memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan.
Karib Kerabat yakni semua yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari ibu bapak, saudara kandung, paman, bibi, keponakan dan saudara sepupu.
Pertanyaan "Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat, Mana yang Lebih Utama?" mungkin dirasa sepele. Namun, kenyataannya, kebanyakan kaum Muslim yang belum tahu lebih menentukan untuk berinfak pada fakir miskin daripada berinfak terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.
SEDEKAH yakni memberi sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan.
Karib Kerabat yakni semua yang mempunyai hubungan darah dengan kita mulai dari ibu bapak, saudara kandung, paman, bibi, keponakan dan saudara sepupu.
Pertanyaan "Sedekah Pada Orang Miskin Atau Pada Karib Kerabat, Mana yang Lebih Utama?" mungkin dirasa sepele. Namun, kenyataannya, kebanyakan kaum Muslim yang belum tahu lebih menentukan untuk berinfak pada fakir miskin daripada berinfak terhadap keluarga atau kerabatnya sendiri.
Padahal, setiap perintah sedekah dan infak di dalam al Qur’an, selalu yang pertama kali disebutkan yakni karib kerabat dulu, gres kaum miskin. Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini:
وءاتى المال على حبه ذوى القربى
وءات ذى القربى حقه والمسكين
Banyak lagi ayat lain yang senada dengan itu.
Jika kita cermati, ada satu pesan yang sangat penting untuk kita amalkan. Yaitu mendahulukan karib kerabat atau orang terdekat untuk mendapatkan infak atau apapun bentuk kebaikan.
Sebelum kita memberi kepada orang lain, kita harus perhatikan apakah ada di antara orang terdekat yang masih membutuhkan atau semua sudah makmur, tidak perlu disantuni lagi.
Amat disayangkan jikalau seseorang mempunyai kekayaan yang menciptakan ia bisa menyantuni orang lain, dan sangat peduli dengan duduk perkara sosial di lingkungannya sehingga ia gampang memberi kepada fakir miskin, anak yatim dan aneka macam bentuk amal sosial lainnya.
Namun sayang beribu sayang, ia sangat hambar dan pelit kepada karib kerabatnya sendiri. Barangkali ia merasa pemberian kepada keluarga terdekat tidak mendapatkan pahala. Padahal justru itulah yang lebih besar pahalanya di sisi Allah. Oleh alasannya yakni itu pemahaman yang salah ini perlu diluruskan.
Tidakkah memilukan, jikalau seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali).
Tidakkah memilukan, jikalau seseorang tinggal di rumah yang bagaikan istana, sementara saudara kandungnya tinggal di rumah RSSS (rumah sangat sederhana sekali).
Tidakkah kita mengangkat alis jikalau seseorang mempunyai kekayaan besar, turun dari satu kendaraan beroda empat glamor dengan dibukakan pintu oleh para ajudan, berpindah dari satu gedung glamor ke gedung glamor berikutnya,
Namun saudara kandungnya menjadi kuli atau babu yang siap diperintah-perintah dengan bunyi tinggi sambil diacungi telunjuk kiri, wajahnya penuh ketakutan dengan kepala tertunduk serta tubuh yang membungkuk.
Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai umat Muhammad, demi Allah yang telah mengutusku dengan kebenaran, Allah tidak akan mendapatkan sedekah seseorang yang mempunyai kerabat yang membutuhkan bantuannya, sementara ia memperlihatkan sedekah atau proteksi itu kepada orang lain. Dan demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamannya, Allah tidak akan memandangnya di hari simpulan zaman nanti”. (HR. Thabrani)
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
“Sedekah kepada orang miskin dinilai SATU sedekah, sedangkan kepada karib kerabat nilainya sama dengan DUA, yakni nilai _sedekah_ dan nilai _silaturrahim”.
Pesan penting yang sangat terperinci disini:
“Jika Anda diizinkan Allah SWT menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda juga mencicipi keberkahan yg dilebihkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda itu.
Ingatlah.. Rasulullah SAW bersabda:
….يا أمة محمد، والذي بعثني بالحق لا يقبل الله صدقة من رجل وله قرابة محتاجون إلى صلته ويصرفها إلى غيرهم. والذي نفسي بيده، لا ينظر الله إليه يوم القيامة
Rasulullah SAW juga pernah bersabda:
الصدقة على المسكين صدقة، وعلى القريب صدقتان، صدقة وصلة
Pesan penting yang sangat terperinci disini:
“Jika Anda diizinkan Allah SWT menjadi orang yang kaya, jadikanlah orang terdekat anda juga mencicipi keberkahan yg dilebihkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada anda itu.
Jangan hingga masyarakat memuji kedermawanan anda, sementara karib kerabat anda sendiri, dalam keadaan kekurangan” Na'udzubillahi mindzaliik.. Wallahu A’lam Bishawab. (Sumber: “Samudra Ilmu 2").*

Posting Komentar untuk "Sedekah Keada Orang Miskin Atau Karib Kerabat, Mana Yang Lebih Utama?"