Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Unicorn: Pabowo Bukan Tak Paham, Tapi Joko Widodo Yang Salah Ucap!

Prabowo bertanya balik kepada Jokowi dalam debat Pilpres 2019 soal UNICORN. Masalahnya, selain "unicorn", ada istilah yang mirip, yakni UNICON.

Prabowo bertanya balik kepada Jokowi dalam debat Pilpres  Unicorn: Pabowo Bukan Tak Paham, Tapi Jokowi yang Salah Ucap!


Sedangkan Jokowi menyebutnya "yu-ni-kon". Padahal, yang dimaksud "yuu-ni-kawrn". Karena bahasa Inggris Jokowo jelek, maka Prabowo pun ingin memastikan, yang dimaksud UNICON atau UNICORN?

Kubu Jokow seolah mendapat materi untuk mengolok-olok pak Prabowo. Dikiranya, Prabowo tidak paham apa itu Unicorn. Padahal, justru Jokowi yang tidak fasih mengucapkan "Unicorn". Jadi, siapa yang bodoh? Jokowi dan pendukungnya!

Beda UNICON & UNICORN

Unicon yaitu bahasa pemrograman yang dirancang oleh Clint Jeffery dengan pinjaman Shamim Mohamed, Jafar al-Gharaibeh, Robert Parlett, etc.

Sedangkan Unicorn itu yaitu makhluk mitologi yang ibarat kuda yang memiliki tanduk tunggal di tengah kepalanya.

Dalam konteks debat kemarin, maksud Unicorn yaitu sebuah perusahaan start-up yang usianya kurang dari 10 tahun, namun valuation-nya oleh investor atau publik sudah melebihi $ 1 milyar (atau Rp 14 trilyun).

Jadi, kalau dikatakan Prabowo itu tidak tahu apa Unicorn, maka itu keterlaluan sekali, sebab ia itu dari SD s/d Sekolah Menengan Atas sekolah di luar negeri terus di mana telinganya terbiasa dengan mendengar pronounciation yang benar.

Ayahandanya Prabowo yaitu doktor ilmu ekonomi lulusan Nederlandse Economise Hogeschool, Rotterdam, tahun 1943, dengan disertasi berjudul "Het Volkscredietwezen in de Depressie".

Yang tidak paham IT --dan bisanya cuma belanja menghabiskan uang di online shops (olshop), namun have no idea wacana bagaimana hakikatnya cara kerja olshop itu, niscaya akan ikut-ikutan mentertawakan Prabowo mirip pendukung petahana di TKP, sebab ia menyampaikan Unicorn ini akan menjadi peluang keluarnya uang Indonesia ke luar negeri.

Maka tanggapan pak PS: "Silahkan anda tertawa, tapi ini kasus bangsa!" itu sudah sangat tepat.

Mengapa?

Let's see... !!! Lazada itu milik siapa lebih banyak didominasi sahamnya? Tokopedia itu milik siapa lebih banyak didominasi sahamnya? OLX itu milik siapa?

Ketahui ya, investasi saham besar untuk dunia eCommerce di Indonesia lebih banyak didominasi dilakukan oleh asing, terutama Mr Jack Ma dari RRC.

Shoppee, Blibli, Lazada, JD, OLX, dan Tokopedia itu milik gila dan aseng! Hanya Bukalapak yang pendiri dan CEO-nya Asli Orang Indonesia, pribumi, dan nasionalis!

Begitu juga banyak sekali jenis layanan aplikasi berbayar, hampir semua lebih banyak didominasi sahamnya dimiliki oleh asing. Memang hosting web itu kebanyakan yaitu lokal, seperti: IDWEBHOST, RUMAHWEB, etc… tetapi mereka juga membeli cloudspace dari luar negeri, mirip dari Singapura, US, dll...

Prabowo bertanya balik kepada Jokowi dalam debat Pilpres  Unicorn: Pabowo Bukan Tak Paham, Tapi Jokowi yang Salah Ucap!
CEO Startup Unicorn Indonesia.

Belum lagi bila sudah dicodingkan CMS kemudian jadi sebuah olshop berbasis web, didukung dengan aplikasi mobile, dan… voilà…! Tetiba saja perusahaan olshop tersebut sudah dilirik oleh investor luar negeri, dibeli, dan tentunya manfaatnya yang niscaya akan mereka bawa ke negeri asalnya?

Ingat, di Bali beberapa waktu lalu, ada wisatawan RRC yang berbelanja dengan WeChat Pay. Keuntungannya niscaya akan lari ke China. Itu belum taken into consideration broker perusahaan pariwisata RRC yang licik / curang.

So kalau Lazada sahamnya terbesar dimiliki Alibaba, yang punya Mr Jack Ma, belum yang lain juga dimiliki oleh orang asing, maka sangat-sangat terang perkataan pak PS itu yaitu amat berpengaruh dasarnya!

Intinya, pengembangan startup Unicorn untuk bisnis online, harus diawasi dengan cermat, sebab kalau salah-salah, tahu-tahu ada akuisisi oleh investor gila yang ujung-ujungnya akan merugikan orang Indonesia!

Dikutip detik.com, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelaskan alasan sang capres bertanya-tanya soal istilah unicorn yang dilontarkan capres Joko Widodo (Jokowi) dalam debat kedua.

BPN balas menuding pelafalan Jokowi tak jelas.

"Pak Prabowo ingin memastikan unicon apa unicorn," ujar Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ahmad Riza Patria, kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Riza mengatakan, Prabowo galau dengan pernyataan Jokowi soal unicorn. Sebab, kata dia, pelafalan unicorn oleh Jokowi hampir mirip dengan unicon.

"Nggak terang itu pertanyaan. Pak Jokowi lupa, Pak Prabowo itu pinter Bahasa Inggris, Jerman, Prancis. Sementara Pak Jokowi bahasa Inggris aja masih belepotan," katanya.

"Pak Jokowi nggak clear nyebutnya," imbuh Riza.

Ketua DPP Partai Gerindra itu pun menegaskan bahwa sang ketum sangat memahami problem unicorn. Apalagi, seminggu sebelum debat Prabowo bertemu dengan para pelaku unicorn.

Dalam istilah startup atau perusahaan rintisan, unicorn yaitu startup yang valuasinya lebih dari USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Saat ini, ada 4 startup unicorn yang dimiliki Indonesia dan sering disebut-sebut Jokowi, yakni Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka.

"Jadi Pak Prabowo menguasai unicorn. Makanya dikala dibahas unicorn salah satu tanggapan Pak Prabowo jangan buru-buru dikenakan pajak. Karena kan ini bisnis gres berkembang. Jangan semua serba dipajakin. Ini Pak Prabowo mengerti betul. Justru Pak Prabowo mengerti betul yang substansi," tuturnya.

Jadi, terang ya, Pabowo Bukan Tak Paham Unicorn, Tapi Jokowi yang Salah Ucap. Jangan-jangan, Jokowi dan para pemujanya juga gak tau ada UNICON selain UNICORN. Wkwkwkw....!!!


Sumber http://muslimbuzzers.blogspot.com

Posting Komentar untuk "Unicorn: Pabowo Bukan Tak Paham, Tapi Joko Widodo Yang Salah Ucap!"